Minggu, 04 Oktober 2026

Kapolres Gunungkidul Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Bersama Tokoh Nasional.


 

Kapolres Gunungkidul Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Bersama Tokoh Nasional.

 

GUNUNGKIDUL - Sinergitas antar-institusi dan komitmen kuat dalam melestarikan budaya bangsa tampak nyata dalam pergelaran wayang kulit yang dihelat di kediaman Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. KPH. H. Yanto, S.H., M.H., di Padukuhan Pandanan, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Sabtu malam (3/10/2026).

 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Labobar, S.I.K., M.H., hadir langsung bersama jajaran Forkopimda untuk mengikuti kegiatan budaya yang sarat makna ini. Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan leluhur sekaligus mempererat sinergitas lintas sektoral yang harmonis di tengah masyarakat.

 

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Banjaran Wisanggeni ini terasa semakin istimewa karena dihadiri oleh jajaran tokoh penting nasional. Tampak hadir sejumlah Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus RI, Jaksa Agung Muda Pengawasan RI, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Haryo Sugihartono, Komisioner Komisi Yudisial Setiawan Haryono, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda dan pejabat pemerintah daerah. Sekitar 3.000 warga masyarakat juga turut memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.

 

Dalam sambutan tuan rumah yang dibacakan oleh Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., DBA., M.M., disampaikan bahwa pagelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga menadirkan tuntunan hidup. Lakon Banjaran Wisanggeni merefleksikan simbol keberanian, integritas, dan keteguhan dalam memperjuangkan kebenaran nilai-nilai luhur yang sangat relevan dalam memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Melalui momentum ini, sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat semakin diperkuat. Semangat Nguri-uri kabudayan, mbangun peradaban (merawat kebudayaan, membangun peradaban) terus dihidupkan, menegaskan bahwa kemajuan daerah dan bangsa harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai budaya luhur nusantara.

 

( Humas Polres Gunungkidul ).

0 komentar:

Posting Komentar