Kapolres Gunungkidul Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Bersama
Tokoh Nasional.
GUNUNGKIDUL - Sinergitas antar-institusi dan komitmen kuat
dalam melestarikan budaya bangsa tampak nyata dalam pergelaran wayang kulit
yang dihelat di kediaman Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung Republik
Indonesia, Prof. Dr. KPH. H. Yanto, S.H., M.H., di Padukuhan Pandanan,
Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Gunungkidul, Sabtu malam (3/10/2026).
Kapolres Gunungkidul, AKBP Rosana Albertina Labobar, S.I.K.,
M.H., hadir langsung bersama jajaran Forkopimda untuk mengikuti kegiatan budaya
yang sarat makna ini. Kehadiran tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap
pelestarian warisan leluhur sekaligus mempererat sinergitas lintas sektoral
yang harmonis di tengah masyarakat.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon Banjaran Wisanggeni ini
terasa semakin istimewa karena dihadiri oleh jajaran tokoh penting nasional.
Tampak hadir sejumlah Hakim Agung Mahkamah Agung RI, Jaksa Agung Muda Tindak
Pidana Khusus RI, Jaksa Agung Muda Pengawasan RI, Widyaiswara Kepolisian Utama
Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Pol. Dr. Haryo Sugihartono, Komisioner
Komisi Yudisial Setiawan Haryono, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad
Pribadi, Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda
dan pejabat pemerintah daerah. Sekitar 3.000 warga masyarakat juga turut
memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.
Dalam sambutan tuan rumah yang dibacakan oleh Wakil Bupati
Gunungkidul Joko Parwoto, S.E., DBA., M.M., disampaikan bahwa pagelaran ini
bukan sekadar tontonan, melainkan juga menadirkan tuntunan hidup. Lakon
Banjaran Wisanggeni merefleksikan simbol keberanian, integritas, dan keteguhan
dalam memperjuangkan kebenaran nilai-nilai luhur yang sangat relevan dalam memperkuat
pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui momentum ini, sinergitas antara aparat penegak
hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat semakin diperkuat.
Semangat Nguri-uri kabudayan, mbangun peradaban (merawat kebudayaan, membangun
peradaban) terus dihidupkan, menegaskan bahwa kemajuan daerah dan bangsa harus
senantiasa berpijak pada nilai-nilai budaya luhur nusantara.
( Humas Polres Gunungkidul ).

0 komentar:
Posting Komentar