Sabtu, 08 Agustus 2026

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

 


Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.


“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).


Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.


“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.


Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.


“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.


Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.


Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).


Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.


Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

Jumat, 07 Agustus 2026

Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul menghadiri kegiatan Diskusi Akhir Terkait Pemeriksaan BPK RI di Aula Promoter Polda DIY

 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul menghadiri kegiatan Diskusi Akhir Terkait Pemeriksaan BPK RI di Aula Promoter Polda DIY, Rabu (5/8/2026).

 

Kehadiran AKBP Damus Asa,S.H,S.I.K,M.H, tersebut menjadi wujud komitmen Polres Gunungkidul dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran institusi.

 

​Agenda strategis tersebut berfokus pada evaluasi, koordinasi, dan penyelarasan laporan keuangan bersama Badan Pemeriksa Keuangan RI.

 

Melalui kegiatan ini, Kapolres Gunungkidul menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus menjaga tata kelola anggaran yang bersih, efektif, dan profesional demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.


AWC Polres Gunungkidul Kembali Meluncur ke Paliyan, Bukan untuk Bubarkan Massa tapi Salurkan Air Bersih

 

AWC Polres Gunungkidul Kembali Meluncur ke Paliyan, Bukan untuk Bubarkan Massa tapi Salurkan Air Bersih

 

​Kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) milik Polres Gunungkidul kembali meluncur menyambangi warga di Kapanewon Paliyan, Kamis (6/8/2026).

 

​Lazimnya dikenal sebagai kendaraan pengurai massa yang anarkis, kali ini AWC justru hadir dengan misi humanis yang menyatukan hati masyarakat dan Polri. Kendaraan taktis tersebut dikerahkan khusus untuk mengantar dan menyalurkan bantuan air bersih langsung kepada warga yang tengah dilanda kekurangan air.

 

​Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran, S.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Gunungkidul berkomitmen untuk selalu bergerak cepat merespon setiap keluhan masyarakat, terutama terkait kebutuhan mendesak akan air bersih.

 

​Kehadiran Polri di tengah warga melalui aksi sosial ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan solusi serta mempererat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat di Gunungkidul.

 

( Humas Polres Gunungkidul ).


Membangun karakter insan Polri yang humanis, berintegritas, dan melayani dengan tulus dari hati.


 

Membangun karakter insan Polri yang humanis, berintegritas, dan melayani dengan tulus dari hati.

 

​Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., bersama para personel Polres Gunungkidul yang beragama Kristen, mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani (Binrohtal) di Ruang PPKO Polres Gunungkidul, Rabu (06/08).

 

​Ibadah dan pembinaan rohani kali ini dipimpin langsung oleh Pendeta Petrus Murtono dari GBI Miracle Service, Balaiharjo, Wonosari. Mengusung tema "Hati yang Ikhlas dan Berserah Penuh kepada Tuhan, Menjadi Landasan bagi Anggota Polri dalam Melayani Masyarakat", kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat fondasi moral dan spiritual setiap anggota dalam menjalankan tugas pengabdian sehari-hari.

 

​Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Gunungkidul menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani ini merupakan wujud komitmen institusi dalam membentuk mental personel yang tangguh dan beretika.

 

​Tujuan utama dari pembinaan rohani ini adalah untuk membentuk karakter anggota Polri yang memiliki kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta, sehingga nilai-nilai keikhlasan dan kepasrahan kepada Tuhan dapat menjadi kompas moral dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, ujar AKBP Damus Asa.

 

​Sebagai bentuk komitmen pembinaan mental yang merata bagi seluruh personel, Polres Gunungkidul secara rutin menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara paralel. Selain Binrohtal bagi umat Kristiani, kegiatan pembinaan rohani bagi umat Muslim juga digelar secara serentak di Masjid Promoter Baiturrahman Polres Gunungkidul.

Selasa, 04 Agustus 2026

Polres Gunungkidul dan Forkompinda Gelar Nobar Piala AFF Indonesia vs vietnam

 

Polres Gunungkidul dan Forkompinda Gelar Nobar Piala AFF Indonesia vs vietnam


Gunungkidul - Polres Gunungkidul bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) Piala AFF 2026 di Sewoko projo Kabupaten Gunungkidul, Senin 3 agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat TNI-Polri, kepala OPD, ASN, serta masyarakat.

Pertandingan berlangsung pukul 20.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi aparat keamanan serta dukungan seluruh masyarakat yang hadir.

Kegiatan nobar ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam suasana yang penuh keakraban dan kondusif.

(Humas Polres Gunungkidul)

Mutasi di Lingkungan Polri, Polres Gunungkidul Gelar Upacara Sertijab.

 

Mutasi di Lingkungan Polri, Polres Gunungkidul Gelar Upacara Sertijab.

 

​GUNUNGKIDUL - Jajaran Kepolisian Resor Gunungkidul menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) dan sejumlah Kapolsek jajaran. Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., bertempat di Aula Patriatama Polres Gunungkidul pada Senin (3/8/2026).

 

​Pelaksanaan upacara tersebut dihadiri oleh Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto, S.H., para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, perwira, serta anggota Polres Gunungkidul. Turut hadir pula Pejabat Sementara (PJ) Ketua Cabang Bhayangkari Polres Gunungkidul beserta perwakilan pengurus dan anggota Bhayangkari.


Kapolres Gunungkidul Bersama Forkopimda dan Bhayangkari Lepasliarkan Puluhan Tukik di Pantai Wediombo

 

Kapolres Gunungkidul Bersama Forkopimda dan Bhayangkari Lepasliarkan Puluhan Tukik di Pantai Wediombo

 

​Wonosari - Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut terus digaungkan di Kabupaten Gunungkidul. Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus Bhayangkari, memimpin langsung kegiatan pelepasliaran puluhan tukik (anak penyu) di kawasan Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, pada Senin, 3 Agustus 2026.

 

​Kegiatan konservasi satwa yang dilindungi ini turut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, S.Si., M.Si., serta Ketua Bhayangkari Cabang Gunungkidul, Ny. Anita Damus Asa. Hadir pula Waka Polres Gunungkidul Kompol Sumanto, para pejabat utama (PJU) Polres Gunungkidul, Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanta, S.IP, serta unsur pengamanan dari SAR Sat Linmas Wilayah I.

 

​Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 81 ekor tukik dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di laut lepas. Puluhan anak penyu ini sebelumnya telah melalui proses penetasan dan pemeliharaan yang cermat di lokasi konservasi setempat.

 

​Aksi pelestarian alam ini tidak hanya menjadi simbol komitmen pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dalam menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga melibatkan peran aktif organisasi pendamping. Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Gunungkidul, Ny. Anita Damus Asa, beserta pengurus, menunjukkan dukungan penuh kaum perempuan dan keluarga besar kepolisian dalam mengampanyekan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini.

 

( Humas Polres Gunungkidul ).