Senin, 21 September 2026

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS BATALYON C PELOPOR SATBRIMOB POLDA DIY DI GUNUNGKIDUL.


 

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS BATALYON C PELOPOR SATBRIMOB POLDA DIY DI GUNUNGKIDUL.

 

​GUNUNGKIDUL - Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., memimpin langsung kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rumah Dinas Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda DIY. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda DIY dan Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., ini bertempat di Padukuhan Wonosobo, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (22/9/2026).

 

​Hadir pula dalam acara tersebut Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., Dansatbrimob Polda DIY Kombes Pol. Gunawan Tri Laksono, S.I.K., Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Dandim Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, perwakilan GKR Mangkubumi, Forkopimda Kabupaten Gunungkidul, serta unsur pemangku kepentingan setempat.

 

​Pembangunan fasilitas perumahan dinas ini berdiri di atas lahan seluas total 18.000 m², dengan tahap awal meliputi pembangunan Tipe 36 seluas 674 m² dan Tipe 50 seluas 713 m². Proyek ini ditargetkan rampung pada bulan Desember 2026.

 

​Dalam sambutannya, Dansatbrimob Polda DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY, Bupati Gunungkidul, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Rumah Dinas Batalyon C Pelopor guna meningkatkan kesejahteraan personel serta mewujudkan Satbrimob yang profesional, modern, humanis, dan presisi.

 

​Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., dalam arahannya menekankan pentingnya pembangunan 18 unit rumah dinas beserta fasilitas pendukung ini untuk menunjang kesiapsiagaan serta mobilitas personel Brimob dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Kapolda juga berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat agar bekerja secara profesional, transparan, serta mengutamakan kualitas bangunan agar dapat selesai tepat waktu.

 

​Mengingat karakteristik wilayah Gunungkidul yang luas, memiliki kawasan wisata dan pesisir, serta aktivitas masyarakat yang tinggi, diperlukan kesiapan personel dan satuan yang optimal dalam menghadapi berbagai situasi. Pembangunan ini diharapkan mampu mendukung penataan satuan sekaligus mempererat hubungan baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat, ujar Kapolda DIY.

 

​Rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Kapolda DIY bersama perwakilan GKR Mangkubumi dan Bupati Gunungkidul, serta diakhiri dengan peninjauan lokasi dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

 

( Humas Polres Gunungkidul ).

Kapolres Gunungkidul Hadiri Pencanangan Kepyakan Gotong Royong di Karangmojo


 Kapolres Gunungkidul Hadiri Pencanangan Kepyakan Gotong Royong di Karangmojo


GUNUNGKIDUL - Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forkopimda menghadiri kegiatan Pencanangan Kepyakan Gotong Royong Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini dipusatkan di Balai Padukuhan Tompak, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, pada Selasa (22/9/2026).

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Dra. Endang Sri Sumiyartini, M.A.P., perwakilan Kodim 0730 Gunungkidul, jajaran OPD, Panewu Karangmojo Emmanuel Krisno Juwoto, S.Sos., Kapolsek Karangmojo AKP Suyanto, S.AP., para lurah se-Kapanewon Karangmojo, serta ratusan warga masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan sebuah filosofi hidup, perekat sosial, dan mesin penggerak pembangunan di Bumi Handayani.

Pembangunan tidak mungkin hanya dikerjakan oleh pemerintah. Kekuatan pembangunan sesungguhnya tumbuh ketika masyarakat ikut bergerak bersama ujar Bupati Endah Subekti Kuntariningsih di hadapan warga.

Bupati juga mengapresiasi sinergi lintas sektoral yang terjalin erat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat di Kapanewon Karangmojo dalam merawat nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika zaman.

( Humas Polres Gunungkidul ).

Minggu, 20 September 2026

Sinergi & Revolusi Mental Polres Gunungkidul Menuju WBBM 2026.

 

Sinergi & Revolusi Mental Polres Gunungkidul Menuju WBBM 2026.

Jumat, 18 September 2026 - Bertempat di keindahan alam Pantai Watu Kodok, Tanjungsari, jajaran Polres Gunungkidul menggelar kegiatan Network/Adventure Awareness Camp (NAC) sekaligus penguatan Revolusi Mental yang dipimpin langsung oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta perwakilan perwira dan anggota dari berbagai satuan fungsi. Di tengah suasana pantai yang segar, kegiatan ini dirancang bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi mendalam untuk memperkuat soliditas dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini Selaras dengan Asta Cita untuk mendukung penuh reformasi birokrasi, hukum, dan politik sesuai arah kebijakan Presiden serta Renstra Polri 2024-2029.

3 Nilai Utama Revolusi Mental:
Integritas: Menolak segala bentuk perilaku koruptif dan arogansi; membangun Polri yang dipercaya bukan yang ditakuti.
Etos Kerja: Mengubah budaya dilayani menjadi budaya melayani dengan cepat, tepat, humanis, dan akuntabel.
Gotong Royong: Memperkuat sinergi bersama TNI, Pemda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen demi keamanan bersama.

Kegiatan ini dilakukan untuk menuju WBBM 2025-2026 dengan memotivasi seluruh personel untuk berjuang bersama mewujudkan Zona Integritas berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui pelayanan publik yang prima dan berintegritas.

Masyarakat tidak butuh polisi yang ditakuti, tapi polisi yang dipercaya. Kepercayaan publik adalah modal tertinggi kita. AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.

Mari terus wujudkan Polri yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) demi masyarakat Gunungkidul yang aman, nyaman, dan harmonis.

#PolresGunungkidul #AKBPDamusAsa #RevolusiMentalPolri #ZonaIntegritas #WBBM2026 #PantaiWatuKodok #Tanjungsari #SemangatPresisi #HumasPolresGunungkidul

Kamis, 17 September 2026

Menghadirkan Terang dan Garam dalam Tugas Kepolisian.


 Menghadirkan Terang dan Garam dalam Tugas Kepolisian.


GUNUNGKIDUL - Menjadi garam dan terang dunia bagi umat Kristiani bukanlah sekadar pilihan opsional, melainkan sebuah keharusan mutlak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Peringatan tegas ini disampaikan oleh Romo Sutrisno Putranto dari Paroki Kelor, Karangmojo, saat memimpin kegiatan pembinaan rohani dan mental bagi umat Kristiani di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul, Kamis (17/9/2026).

Dalam pemaparannya, Romo Sutrisno mengingatkan kembali esensi panggilan iman yang bersumber dari ajaran Kitab Suci. Ia menekankan bahwa jika garam telah kehilangan keasinannya, ia tidak akan berguna lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang. Pesan ini menjadi refleksi mendalam bagi para anggota Polri yang hadir agar senantiasa menjaga integritas dan ketulusan dalam melayani sesama.

Senada dengan penceramah rohani, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., turut memberikan penekanan penting. Ia mengajak seluruh personel Polri yang beragama Kristen untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keimanan tersebut secara nyata di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Sebagai anggota Polri sekaligus umat Kristiani, sudah sepatutnya kita senantiasa menjadi garam dan terang di manapun bertugas, ungkap AKBP Damus Asa dalam arahannya.

Lebih lanjut, Kapolres memberikan contoh konkret bagaimana prinsip garam dan terang dunia dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari, seperti melalui fungsi Sikum (Seksi Hukum) yang berperan aktif memberikan pendampingan serta pembelaan hukum secara profesional kepada anggota yang sedang menghadapi permasalahan, maupun melalui fungsi Humas (Hubungan Masyarakat) yang konsisten menyebarkan informasi benar, transparan, dan edukatif kepada publik meskipun dalam praktiknya sering kali harus menghadapi tantangan, kritik, maupun kontra-opini dari warganet.

Melalui pembinaan rohani dan mental ini, diharapkan seluruh personel Polres Gunungkidul tidak hanya profesional dalam menegakkan hukum dan menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat sebagai teladan kasih dan kebenaran.

Sinergi Lintas Sektor, Kapolres Gunungkidul Hadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 Tingkat DIY.


 Sinergi Lintas Sektor, Kapolres Gunungkidul Hadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 Tingkat DIY.


GUNUNGKIDUL - Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Forkopimda menghadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, di Halaman Taman Budaya Gunungkidul, Kalurahan Logandeng, kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis (17/9/2026) pagi.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., serta dihadiri oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., jajaran Forkopimda DIY dan Kabupaten Gunungkidul, para kepala dinas perhubungan se-DIY, serta tamu undangan lainnya.

Peringatan Harhubnas ke-55 tahun ini mengusung tema nasional Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju. Tema ini menegaskan pentingnya konektivitas dan budaya keselamatan dalam penyediaan sarana serta prasarana transportasi sebagai urat nadi yang menggerakkan roda perekonomian bangsa.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Sekda DIY, ditekankan bahwa sektor perhubungan tidak hanya berfungsi mengelola mobilitas fisik, melainkan turut membangun peradaban yang kokoh, ramah, dan berkeadilan sosial bagi masyarakat luas.

Kehadiran AKBP Damus Asa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat Polres Gunungkidul dalam mendukung sinergi lintas sektoral, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta mendukung program-program pembangunan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Humas Polres Gunungkidul

Kompolnas Awards 2026: Kapolri Minta Penghargaan Tak Berhenti di Seremoni


Jakarta - Kompolnas Awards 2026 bukan sekadar ajang pemberian penghargaan bagi polisi dan satuan kerja berprestasi. Kapolri menegaskan capaian tersebut harus ditindaklanjuti menjadi bagian dari pengembangan karier, dukungan organisasi, hingga replikasi inovasi di lingkungan Polri.


Hal itu disampaikan Kapolri dalam acara Kompolnas Awards 2026 di Ballroom Istana, Sari Pacific Hotel Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kapolri mengatakan penghargaan harus menjadi pemicu bagi anggota dan satuan untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Penghargaan ini tentunya tidak boleh berhenti pada seremoni,” kata Kapolri dalam sambutannya.


Kapolri kemudian meminta Astamarena, As SDM, dan Aslog untuk segera merumuskan bentuk penghargaan lanjutan bagi para penerima Kompolnas Awards 2026. Bagi personel berprestasi, apresiasi dapat diwujudkan melalui pengembangan karier, baik lewat pendidikan maupun penugasan pada jabatan yang sesuai.


Sedangkan bagi satuan wilayah yang meraih penghargaan, Kapolri meminta dipertimbangkan dukungan anggaran maupun peralatan sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat satuan dalam menjalankan tugas kepolisian.


Kompolnas Awards tahun ini juga memiliki cakupan penilaian yang lebih luas. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada Satker Mabes Polri dan satuan kewilayahan, tetapi juga kepada personel yang dinilai memiliki kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.


Untuk kategori perseorangan, terdapat pendekatan 5P, yakni People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Selain itu, penghargaan diberikan untuk kategori Peacekeeper, personel Satgas Operasi Daerah Konflik, serta personel Densus 88 AT.


Sementara untuk kategori satuan, nominasi mencakup tingkat Polsek, Polres, Polda, hingga Satker Mabes Polri. Pada tingkat Polsek, misalnya, peserta dibagi dalam kelompok Metro/Urban dan Rural/Prarural. Sedangkan tingkat Polres terbagi dalam kelompok A, B, dan C.


Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, pendalaman, visitasi, hingga penilaian akhir oleh Dewan Juri. Mekanisme ini dirancang agar proses penghargaan berlangsung objektif dan berbasis bukti.


Di sisi lain, Kapolri menilai pengawasan terhadap Polri semakin penting di tengah perkembangan media sosial dan citizen journalism. Informasi serta aspirasi masyarakat kini berkembang cepat, sementara ekspektasi terhadap pelayanan Polri semakin tinggi.


Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan Kompolnas sebagai lembaga pengawas eksternal. Keluhan dan aspirasi masyarakat diharapkan tidak hanya diselesaikan, tetapi juga dianalisis untuk menemukan pola persoalan yang berulang dan menjadi sistem peringatan dini bagi institusi.


Kapolri juga meminta agar praktik-praktik terbaik yang muncul dari para penerima penghargaan tidak berhenti di satuan masing-masing. Inovasi tersebut perlu didokumentasikan, dikembangkan, dan direplikasi secara adaptif sesuai karakteristik wilayah.


Dengan demikian, Kompolnas Awards diharapkan tidak hanya melahirkan penerima penghargaan, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menjunjung prestasi, integritas, inovasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik.


Pada akhirnya, Kapolri mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan Polri bukan semata-mata banyaknya penghargaan yang diraih. Keberhasilan harus terlihat dari kemampuan Polri menghadirkan rasa aman, memberikan kepastian dan pelayanan yang semakin baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.


Rabu, 16 September 2026

Upacara Hari Kesadaran Nasional, Polres Gunungkidul Fokuskan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Musim Kemarau.


 Upacara Hari Kesadaran Nasional, Polres Gunungkidul Fokuskan Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Musim Kemarau.


WONOSARI - Polres Gunungkidul menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman markas komando setempat, Selasa (17/9). Upacara rutin yang digelar setiap tanggal 17 ini dipimpin oleh Wakapolres Gunungkidul, Kompol Sumanto, S.H., serta diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, dan segenap personel Polres Gunungkidul.

Momentum bulanan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat disiplin, loyalitas, serta menggelorakan kembali semangat pengabdian insan Bhayangkara kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakapolres, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menyoroti kompleksitas tantangan tugas kedepan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran kepolisian kini dihadapkan pada tantangan kemanusiaan seiring datangnya musim kemarau.

Sebagian besar wilayah Gunungkidul saat ini mulai menghadapi potensi kekurangan air bersih, yang merupakan kebutuhan dasar krusial bagi kelangsungan hidup sehari-hari warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Gunungkidul memberikan penekanan khusus kepada para Kapolsek dan anggota Bhabinkamtibmas di lapangan. Jajaran kepolisian diminta untuk tidak bersikap pasif atau menunggu laporan warga, melainkan bergerak cepat dan tanggap (proactive) memantau langsung kondisi warga di wilayah masing-masing.

Jangan menunggu masyarakat yang meminta bantuan. Jajaran kepolisian harus cepat tanggap dan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait untuk menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan air bersih, pesan Kapolres dalam amanatnya.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak kemarau sekaligus memperkuat kehadiran Polri yang humanis dan solutif di tengah-tengah warga Gunungkidul.