Rabu, 12 Agustus 2026

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).


Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.


“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.


Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.


“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.


Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.


Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.


Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.


Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.


Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.


Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.


“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.


Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.


Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.


“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

Senin, 10 Agustus 2026

Polres Gunungkidul Salurkan Air Bersih untuk Warga Pudak Tepus.


 

Polres Gunungkidul Salurkan Air Bersih untuk Warga Pudak Tepus.

 

Gunungkidul - Menanggapi kekeringan akibat musim kemarau, Polres Gunungkidul menggelar Bakti Sosial Droping Air Bersih di Padukuhan Pudak, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Senin 10 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

 

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H. dan dihadiri PJU Polres, Kapolsek Tepus AKP Suryanto,S.Pd, TNI, perangkat desa, serta warga setempat.

 

Sebanyak 25 tangki air bersih, 1 unit Mobil AWC Sat Samapta, dan 20 kg telur ayam disalurkan kepada warga Dusun Pudak yang terdampak kekurangan air bersih.

 

Kapolres Gunungkidul mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Mengingat musim kemarau diperkirakan masih panjang, Polres Gunungkidul juga akan terus berkoordinasi dengan Forkopimkap untuk mencari solusi jangka panjang.

 

Semoga bantuan ini sedikit meringankan kebutuhan air bersih bagi warga masyarakat setempat.

 

#PolriPeduli #BaktiSosial #PolresGunungkidul #PolsekTepus #Gunungkidul

Kasat Binmas Polres Gunungkidul Lantik Anggota Baru Saka Bhayangkara

 

Kasat Binmas Polres Gunungkidul Lantik Anggota Baru Saka Bhayangkara

 

Gunungkidul - Satbinmas Polres Gunungkidul melaksanakan kegiatan Pelantikan Anggota Saka Bhayangkara pada Sabtu (8/8/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Polres Gunungkidul dan diikuti oleh peserta Saka Bhayangkara dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

 

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Gunungkidul bersama anggota Satbinmas. Sebanyak 65 peserta mengikuti rangkaian kegiatan, terdiri dari 25 anggota Saka Bhayangkara dan 40 peserta hasil rekrutmen anggota baru dari berbagai sekolah di wilayah Gunungkidul.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel persiapan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta Saka Bhayangkara yang akan mengikuti kegiatan longmarch oleh Urkes Polres Gunungkidul. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan peserta sebelum mengikuti perjalanan.

 

Selanjutnya, para peserta melaksanakan longmarch dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer, dengan titik start dan finish di Polres Gunungkidul. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan keselamatan serta kondisi fisik seluruh peserta.

 

Setelah menyelesaikan rangkaian longmarch, kegiatan dilanjutkan dengan Upacara Pelantikan Anggota Saka Bhayangkara yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Gunungkidul. Dalam kegiatan tersebut, para peserta secara resmi dilantik sebagai anggota Saka Bhayangkara.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan anggota Saka Bhayangkara dapat menjadi generasi muda yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, jiwa kebersamaan serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, kegiatan Saka Bhayangkara diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam membentuk karakter positif serta meningkatkan kesadaran untuk berperan aktif dalam menjaga kamtibmas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

Seluruh rangkaian kegiatan Pelantikan Anggota Saka Bhayangkara di Polres Gunungkidul berjalan dengan aman, tertib dan lancar.


Polres Gunungkidul dan Universitas Gunungkidul Resmi Jalin Kerja Sama Strategis.


 

Polres Gunungkidul dan Universitas Gunungkidul Resmi Jalin Kerja Sama Strategis.

 

​Bertempat di Kampus II Universitas Gunungkidul (UGK), Kapolres Gunungkidul (AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.) bersama Rektor UGK (Dr. Sugiyanto, S.Sos., M.M.) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) pada Senin, 10 Agustus 2026.

 

​Kolaborasi ini merupakan langkah nyata penguatan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan publik di Kabupaten Gunungkidul. Melalui kerja sama ini, anggota Polres Gunungkidul juga diberikan ruang dan kesempatan luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi jenjang S1 di UGK.

 

​Perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung Polri menghadapi berbagai tantangan sosial, keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat. Harapannya, MoU ini bukan sekadar seremoni, melainkan berlanjut pada aksi nyata seperti riset bersama, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat, ucap AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.

 

​Poin Penting Kerja Sama:

Pendidikan : Peningkatan kapasitas dan akses pendidikan tinggi bagi personel kepolisian.

Penelitian : Kajian bersama terkait keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pencegahan kejahatan, dan isu sosial daerah.

Pengabdian Masyarakat : Program kolaboratif yang memberikan dampak langsung bagi kemajuan warga Gunungkidul.

 

​Mari terus dukung sinergi positif antara dunia pendidikan dan aparat penegak hukum demi mewujudkan Gunungkidul yang semakin aman, cerdas, dan berkemajuan.

 

​#PolresGunungkidul #UniversitasGunungkidul #UGK #HumasPolresGunungkidul #PoldaDIY #SinergiPolriKampus #TridharmaPerguruanTinggi #GunungkidulMandiri

Sabtu, 08 Agustus 2026

Polri: Sertifikat Prestasi Nasional Hingga Internasional Tetap Ikuti Tahapan Seleksi Rekrutmen Polri

 


Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.


“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).


Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.


“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.


Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.


“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.


Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.


Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).


Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.


Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.

Jumat, 07 Agustus 2026

Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul menghadiri kegiatan Diskusi Akhir Terkait Pemeriksaan BPK RI di Aula Promoter Polda DIY

 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Gunungkidul menghadiri kegiatan Diskusi Akhir Terkait Pemeriksaan BPK RI di Aula Promoter Polda DIY, Rabu (5/8/2026).

 

Kehadiran AKBP Damus Asa,S.H,S.I.K,M.H, tersebut menjadi wujud komitmen Polres Gunungkidul dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran institusi.

 

​Agenda strategis tersebut berfokus pada evaluasi, koordinasi, dan penyelarasan laporan keuangan bersama Badan Pemeriksa Keuangan RI.

 

Melalui kegiatan ini, Kapolres Gunungkidul menegaskan kesiapan jajarannya untuk terus menjaga tata kelola anggaran yang bersih, efektif, dan profesional demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.


AWC Polres Gunungkidul Kembali Meluncur ke Paliyan, Bukan untuk Bubarkan Massa tapi Salurkan Air Bersih

 

AWC Polres Gunungkidul Kembali Meluncur ke Paliyan, Bukan untuk Bubarkan Massa tapi Salurkan Air Bersih

 

​Kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) milik Polres Gunungkidul kembali meluncur menyambangi warga di Kapanewon Paliyan, Kamis (6/8/2026).

 

​Lazimnya dikenal sebagai kendaraan pengurai massa yang anarkis, kali ini AWC justru hadir dengan misi humanis yang menyatukan hati masyarakat dan Polri. Kendaraan taktis tersebut dikerahkan khusus untuk mengantar dan menyalurkan bantuan air bersih langsung kepada warga yang tengah dilanda kekurangan air.

 

​Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran, S.H., menegaskan bahwa jajaran Polres Gunungkidul berkomitmen untuk selalu bergerak cepat merespon setiap keluhan masyarakat, terutama terkait kebutuhan mendesak akan air bersih.

 

​Kehadiran Polri di tengah warga melalui aksi sosial ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan solusi serta mempererat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat di Gunungkidul.

 

( Humas Polres Gunungkidul ).