Selasa, 10 Maret 2026

Safari Ramadhan Pemkab Gunungkidul di Ngawen Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan




Gunungkidul – Kegiatan Safari Ramadhan tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026/1447 H yang digelar di Masjid Al-Fattah, Padukuhan Bantengwareng, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen pada Selasa (10/3/2026) berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Gunungkidul bersama masyarakat setempat. Safari Ramadhan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam suasana Bulan Suci Ramadhan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Alfian Praniawan, serta sejumlah pejabat dari unsur Forkopimda, perangkat kapanewon, lurah se-Kapanewon Ngawen, tokoh agama, dan sekitar 200 jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat. Ia juga mengapresiasi sambutan hangat dari warga Bantengwareng serta jamaah Masjid Al-Fattah.

“Safari Ramadhan ini menjadi sarana bagi pemerintah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus mendengarkan aspirasi warga agar pembangunan di Kabupaten Gunungkidul dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Ramadhan dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak sedekah, serta menjaga kelestarian lingkungan guna menghindari potensi bencana alam seperti tanah longsor.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini mengapresiasi kekompakan dan kerukunan masyarakat Bantengwareng. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan keamanan lingkungan melalui kegiatan poskamling. Ia juga mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan seperti bermain petasan, konsumsi minuman keras, perang sarung, maupun penyalahgunaan narkotika.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tertib berlalu lintas dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.

Kegiatan Safari Ramadhan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan paket sembako oleh Bupati Gunungkidul bersama Baznas Gunungkidul kepada masyarakat yang membutuhkan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz H. Bakat yang menyampaikan pentingnya memperbanyak amalan di bulan Ramadhan, seperti membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, memberi makan kepada orang yang membutuhkan, serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Ngawen melaksanakan pengamanan dan monitoring guna memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan serta kualitas ibadah masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan.

Minggu, 08 Maret 2026

Ada Apa Antara Kapolres Gunungkidul dan Para Pegiat Media Sosial ?




​WONOSARI – Pemandangan berbeda terlihat di Rumah Makan SAG, Wonosari, pada Jumat sore (6/3/2026). Sejumlah tokoh kunci di balik grup-grup besar media sosial yang memiliki ratusan ribu anggota tampak duduk satu meja dengan jajaran PJU Polres Gunungkidul.

​Ternyata, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., sengaja mengundang para "jawara" digital ini dalam sebuah agenda buka puasa bersama yang penuh kehangatan. Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran PJU Polres Gunungkidul, pencetus Info Cegatan Jogja (ICJ), serta para admin dan pegiat grup media sosial dari ICG, AWG, ISG, hingga perwakilan media online.

​Bukan sekadar silaturahmi biasa, ada misi besar yang dibawa Kapolres yaitu menekankan bahwa peran para pegiat media sosial sangat vital sebagai filter informasi bagi masyarakat luas.

​"Rekan-rekan di media sosial memiliki peran sebagai filter informasi bagi masyarakat. Jadi jangan sampai masyarakat ini jadi merasa tidak nyaman, apalagi resah, akibat narasi hoaks yang beredar liar," tegas AKBP Damus Asa di hadapan para pegiat medsos.

Kapolres kemudian mencontohkan tentan peristiwa demo di Polda DIY yang sempat viral. Saat itu, beredar kabar petugas menembakkan gas air mata. Padahal, faktanya suara letusan dan asap tersebut murni berasal dari kembang api yang dibawa oleh massa aksi sendiri. Di sinilah peran komunitas medsos diuji untuk meluruskan fakta sebelum kepanikan meluas.

​Langkah Kapolres merangkul komunitas digital ini disambut hangat oleh para pegiat. 
Yanto Sumantri, pencetus sekaligus pendiri Info Cegatan Jogja, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini.

​"Kami menyambut sangat baik kegiatan ini. Ini adalah bentuk sinergi yang nyata antara kepolisian dan masyarakat digital," ujar Yanto. 
Ia juga menitipkan harapan agar kedepannya Polres Gunungkidul terus konsisten memberikan pelayanan yang humanis dan profesional kepada seluruh warga.

​Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk membudayakan gerakan "Saring Sebelum Sharing". Langkah sederhana ini diharapkan menjadi senjata ampuh untuk menjaga ketertiban umum melalui jempol masing-masing pengguna media sosial.

'Kami mengharapkan peran serta aktif dari grup ICJ, ICG, AWG, dan ISG maupun grup media sosial lainnya, untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat, akurat, dan menyejukkan bagi warga Gunungkidul," ujar AKP Subarsana, Kasihumas Polres Gunungkidul.

( Humas Polres Gunungkidul ).

Minggu, 01 Maret 2026

Bukan Kembar Tapi Identik: Cerita Unik Dua AKP Sumardiyono yang Resmi Jadi Kompol di Hari yang Sama.


​GUNUNGKIDUL – Ada pemandangan yang tak lazim dan mengundang decak kagum di Aula Patriatama Polres Gunungkidul pada Senin pagi, 2 Maret 2026. Dalam sebuah upacara resmi, nama yang sama dipanggil berulang kali, pangkat yang disandang pun serupa, dan tujuan kenaikan pangkatnya pun setingkat.


​Ini bukan kesalahan administratif, melainkan sebuah fenomena langka: dua perwira Polres Gunungkidul memiliki nama yang persis sama, yaitu Sumardiyono. Keduanya berangkat dari pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) dan hari ini, secara bersamaan, resmi menyandang pangkat baru sebagai Komisaris Polisi (Kompol).


​Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Penghargaan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H. Suasana khidmat seketika terasa unik saat pembacaan keputusan kenaikan pangkat menyebutkan nama "Sumardiyono" untuk dua subjek yang berbeda namun memiliki dedikasi yang sama-sama tinggi.


​Satu Nama, Dua Pengabdian


​Meski bukan saudara kembar, kedua Kompol Sumardiyono ini seolah memiliki garis takdir yang identik di penghujung masa dinas mereka. Kenaikan pangkat penghargaan ini diberikan oleh institusi Polri sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tanpa cacat selama puluhan tahun.


​Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, mengungkapkan bahwa momen ini merupakan sejarah tersendiri bagi Polres Gunungkidul.


​"Kenaikan pangkat yang diterima hendaknya disikapi dengan rasa syukur dan rendah hati, arif dan bijaksana, meskipun masa pengabdian hanya tinggal beberapa bulan lagi hendaknya tidak mengurangi semangat dalam melaksanakan tugas pengabdian sebagai anggota Polri," pesan AKBP Damus Asa dalam amanatnya.


​Bagi kedua perwira tersebut, kebetulan ini menjadi cerita penutup karier yang sangat berkesan. Kenaikan pangkat dari AKP ke Kompol merupakan penghargaan prestisius yang hanya diberikan kepada anggota dengan rekam jejak bersih menjelang masa pensiun.


​Peristiwa unik ini pun menjadi perbincangan hangat di lingkungan Polres, mengingatkan semua anggota bahwa kesetiaan pada tugas akan berbuah manis pada waktunya, terlepas dari uniknya nama yang disandang.


( Humas Polres Gunungkidul ).

PATROLI MALAM, ANTISIPASI KERAWANAN


Intensitas curah hujan yang tinggi menyimpan berbagai kerawanan. Bencana alam, tanah longsor, banjir, pohon tumbang bahkan beberapa kasus pencurian terjadi saat hujan lebat.

KOMPOL MUSTAQIM, S.H., M.AP. sebagai Kabag Ops Polres Gunungkidul menanggapi kerawanan yang ada dengan menggerakkan patroli di jalur utama Kota Wonosari.

“Mari bersama-sama mejaga keamanan dengan meningkatkan kewaspadaan dan  segera laporkan atau telepon ke 110 apabila ada kecurigaan atau membutuhkan kehadiran kepolisian” ujar Kompol Mustakim

Keamanan dan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, mari bersama menjaga Gunungkidul tetap aman dan kondusif dengan meningkatkan kewaspadaan.

Kamis, 26 Februari 2026

Ratusan Warga dan Kelompok Bregada Rakyat Datangi Polda DIY


SLEMAN – Pesan perdamaian menggema di sepanjang jalanan Sleman pada Kamis sore. Ratusan peserta kirab budaya bertajuk "Pratelan Budhaya Tolak Kekerasan Utamakna Katentreman" melakukan aksi jalan kaki dari Terminal Condongcatur menuju Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Langkah kaki para peserta yang mengenakan busana adat Jawa dan Nusantara ini menjadi simbol gerakan moral masyarakat dalam menjaga marwah Yogyakarta. 


Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa setibanya di halaman Mapolda DIY, rombongan yang terdiri dari elemen masyarakat adat dan perwakilan Bregada Rakyat langsung disambut oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. didampingi beberapa Pejabat Utama.


“Kehadiran perwakilan Bregada Rakyat Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo membawa suasana khidmat sekaligus menjadi penyemangat kami untuk bekerja lebih baik dan profesional serta mendukung misi berbagai elemen masyarakat dalam memulihkan citra Yogyakarta pasca-aksi anarkis yang sempat mencederai wajah Kota Budaya,” tambahnya. 


Sementara itu dalam suasana khidmat, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Polda DIY yang disampaikan langsung kepada koordinator kegiatan, Widihasto Wasana Putra, dan perwakilan Bregada Rakyat (Widya Permana, Jaladwara, dan Wirotomo) serta partisipan warga masyarakat adat yang tetap teguh menjaga marwah daerah.


"Budaya Yogyakarta adalah budaya adiluhung yang menjunjung tinggi tata krama, tepa selira, dan harmoni sosial. Pesan damai ini adalah resonansi moral bahwa DIY menolak kekerasan dalam bentuk apa pun," tegas Brigjen Pol Eddy.


Wakapolda mengingatkan bahwa perusakan fasilitas umum bukanlah cerminan jati diri warga Yogyakarta. Ia menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun, sesuai dengan dhawuh (pesan) Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.


Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat adat merupakan benteng utama agar Yogyakarta tetap menjadi wilayah yang teduh dan bermartabat, sekaligus menghapus preseden buruk akibat aksi anarkis sebelumnya.


Sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan Bumi Mataram, Brigjen Pol Eddy Djunaedi menegaskan tiga poin komitmen Polda DIY:

1. Menjamin Kebebasan Aspirasi: Memberikan ruang penyampaian pendapat secara damai sesuai hukum.

2. Pendekatan Humanis: Mengedepankan dialog dan langkah persuasif dalam setiap pelayanan unjuk rasa.

3. Sinergi Keamanan: Bersama masyarakat menjaga katentreman lan karaharjan (ketenteraman dan kesejahteraan).


Acara pun ditutup dengan gaungan slogan kirab, “Tolak Kekerasan, Utamakan Katentreman,” sebagai janji bersama untuk memastikan Yogyakarta tetap menjadi rumah yang nyaman bagi siapa pun.


BIDHUMAS POLDA DIY 

Yogyakarta, 26 Februari 2026


Kamis, 19 Februari 2026

Kapolres Gunungkidul Silaturahmi ke Dusun Kajar II, Perkuat Sinergi Polri-Masyarakat di Karangtengah.




Wonosari, Gunungkidul - Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan silaturahmi ke Dusun Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Polsek Wonosari, Jumat (20/2/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini digelar di rumah Bapak Godho Priyantoko (Empu Brojo Aji) dengan tujuan mempererat tali persaudaraan antara Polri dan masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut Kqpolsek Wonosari Kompol Tri Wibowo dan AKP Jarwanto (Kabag SDM Polres Gunungkidul), Carik serta Pamong Kalurahan Karangtengah, dan Empu setempat.

Melalui sapa langsung dengan warga, Kapolres menyampaikan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat. "Kedekatan ini menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujarnya.

Inisiatif ini diharapkan semakin menguatkan sinergi Polri dengan masyarakat Karangtengah guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.

Kapolres Gunungkidul Hadiri Tradisi Padusan di Pantai Sundak.



Gunungkidul - ​Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri kegiatan Atraksi Wisata Padusan di Pantai Sundak, Tepus, pada Selasa sore (17/02/2026). Kehadiran Kapolres bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.E., dan unsur Forkopimda ini bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap pelestarian tradisi budaya masyarakat dalam menyongsong bulan suci Ramadhan 1447 H.

​Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan Tari Pudyastuti, kenduri, hingga prosesi pelarungan sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa tradisi ini merupakan upaya nguri-uri budaya sekaligus penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di kawasan pesisir. 

​Kunjungan Kapolres ini dimaksudkan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di obyek wisata tetap kondusif selama prosesi berlangsung. Mengingat kegiatan Padusan menarik minat banyak warga dan wisatawan, sinergi antara Polri, TNI, dan Satlinmas Rescue menjadi kunci kelancaran acara di lapangan.

Kehadiran AKBP Damus Asa dalam kegiatan ini juga menegaskan komitmen Polres Gunungkidul untuk selalu hadir di tengah masyarakat, mendukung kearifan lokal, serta memastikan kenyamanan umat Muslim yang akan segera memasuki bulan suci Ramadhan.

( Humas Polres Gunungkidul ).