Rabu, 05 November 2025

Siaga Penuh Bencana: Polres Gunungkidul Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman La Nina.


 Siaga Penuh Bencana: Polres Gunungkidul Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman La Nina.


​Gunungkidul – Polres Gunungkidul menggelar Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana di halaman Mapolres, Rabu (5/11). 

Apel ini bertujuan untuk menguji dan memperkuat kesiapan seluruh stakeholder terkait dalam menghadapi potensi bencana alam menjelang datangnya musim penghujan ekstrem.


​Bertindak sebagai pimpinan apel adalah Wakapolres Gunungkidul, Kompol Sumanto, S.H., dan diikuti oleh jajaran personel dan perwakilan dari berbagai elemen penting, menunjukkan kolaborasi multisektor yang solid. Peserta apel meliputi PJU Polres, Kapolsek jajaran, serta personel dari PMI, TAGANA, Damkar, Satpol PP, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan perwakilan masyarakat.


​Amanat Kapolri dan Data Bencana Nasional


​Dalam kesempatan apel tersebut, Kompol Sumanto membacakan amanat dari Kapolri yang menitikberatkan pada pentingnya kesiapsiagaan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.


​Kesiapsiagaan ini didasarkan pada data faktual yang memprihatinkan. Berdasarkan data dari BNPB, hingga 19 Oktober 2025, tercatat telah terjadi 2.606 kali bencana alam di seluruh Indonesia. Bencana tersebut telah menimbulkan dampak signifikan, yaitu:

- ​361 orang meninggal dunia.

- 37 orang hilang.

- ​615 orang luka-luka dan

​Lebih dari 5,2 juta orang mengungsi.


​Peringatan BMKG: Ancaman La Nina


​Kewaspadaan harus ditingkatkan mengingat adanya prakiraan cuaca dari BMKG. Diprediksi, mulai November 2025 akan terjadi fenomena La Nina yang diperkirakan berlangsung hingga awal Februari 2026.


​"Meskipun prediksi La Nina berada dalam kategori rendah, kita tidak boleh lengah. Kewaspadaan harus ditingkatkan untuk meminimalisir risiko dan melindungi keselamatan masyarakat," tegas Kompol Sumanto, mengutip amanat Kapolri.


​Fokus Pengecekan: Sarana dan Prasarana.


​Apel kesiapsiagaan ini juga dimanfaatkan sebagai momen pengecekan menyeluruh terhadap personel, sarana, dan prasarana tanggap bencana. Pengecekan ini memastikan bahwa peralatan penyelamatan, logistik, dan kesiapan tim evakuasi berada dalam kondisi prima, siap digerakkan kapan saja.


​Kompol Sumanto menegaskan bahwa tujuan utama dari kesiapsiagaan ini adalah satu: melindungi keselamatan seluruh masyarakat terutama yang berada di Gunungkidul dari ancaman dan dampak buruk bencana alam.


​( Humas Polres Gunungkidul ).

0 komentar:

Posting Komentar